Awal mula penganugerahan ini dimulai dari surat wasiat ilmuwan Swedia
Alfred Nobel. Nobel meninggal pada 10 Desember 1896. Ia dikenal sebagai
penemu dinamit. Dinamit dibutuhkan untuk membantu pembangunan seperti
untuk meledakkan batu yang akan digunakan untuk bahan bangunan atau
mempermudah proses pembangunan, dan hal-hal positif lainnya. Penemuan
ini jadi fenomena. Tak heran jika Nobel kemudian mampu membangun 90
pabrik dinamit di 20 negara. Berkat pabriknya itu ia dikenal sebagai
orang kaya Eropa yang sering bepergian ke berbagai negara.
Pada tahun 1888, saudaranya bernama Ludvig meninggal saat sedang
berkunjung ke Cannes, Prancis. Sebuah koran Prancis menganggap yang
meninggal itu adalah dirinya sehingga menuliskan obituari Alfred Nobel
dengan judul yang membuat Nobel sedih: Pedagang Kematian Telah
Meninggal. Koran itu mengecam penemuan dinamit yang disebutkannya
mempercepat kematian banyak orang di dunia.
Terenyuh dengan obituari itu, saat mengunjungi Swedish-Norwegian Club
di Paris, Nobel menulis keinginannya yang ditandatangani pada tanggal 27
November 1895. Ia menyebutkan akan menggagas pemberian hadiah tahunan
pada ilmuwan terkenal di dunia yang meliputi lima bidang yaitu fisika,
kimia, perdamaian, kedokteran, dan sastra. Ia akan mengalokasikan 94%
kekayaannya untuk pemberian penghargaan itu. Tulisan itulah yang
kemudian dijadikan semacam surat wasiat Nobel.
Tak semua pihak setuju dengan isi surat wasiat itu. Karena itu, meski
ia meninggal pada tahun 1896, keinginannya baru terkabul pada tahun
1901, ketika hadiah Nobel pertama diberikan yaitu pada Wilhelm Röntgen
(fisika), Jacobus Henricus van 't Hoff (kimia), Emil Adolf von Behring
(kedokteran), Sully Prudhomme (sastra), serta Henry Dunant dan Frédéric
Passy (perdamaian).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar